Sunday, June 10, 2007

Selingkuh, Patah Hati dan...

Huah...Pagi yang buruk. Bangun jam 03.00! Dadaku terasa sesak. Masih ingat dalam ingatanku tentang suatu masalah (maaf, tidak bisa aku share disini) yang membuatku ingin menelepon orang-orang terdekatku.
Ok, dimulai dari someone very2 special for me (now, dunno then =p)
calling Saha…(no answer)
yayaya… harusnya aku tahu dia pasti masih tidur nyenyak di kasurnya.
Next! Teman-teman SMAku.
calling Novi.... (no answer)
Uups! Sepertinya masih tidur
calling Aulia…(no answer)
Hm… Masih tidur juga
calling Pita…(nomer yang anda tuju salah. blablabla)
Hei! Sejak kapan kamu ganti nomer? Koq aku gak diberitahu??
Lalu aku putuskan untuk menelepon orang rumah (ini istilahku untuk keluargaku yang ada di Bwi). Ortuku masih di Bali, jadi aku berharap bisa cerita sama Dwi, sepupuku, atau sama Yoga, adikku satu-satunya.
calling Rumah...
Rumah: ”Halo?”
Aku: ”Dek Yoga... Telepon ke flexiku ya... (hiks... hiks... sambil nangis bombay)”Rumah: ”Iya. Ada apa Mbak Pitri?”
Aku: ”(masih menangis sesenggukan)... Telepon aku aja dulu. Pulsaku ntar habis ini.”
Lalu terjadilah percakapan antara aku dan adekku.
Aku: ...sensor... sensor... sensor... blablabla...
Adek: ...blablabla... sensor... sensor... sensor...
Ok, akhirnya percakapan itu selesai. Hanya satu kata: WOW! Ternyata adekku yang umurnya tiga tahun di bawahku punya pandangan lain terhadap masalahku. Aku kira dia belum dewasa, ternyata sudah dewasa pikiranmu ya naaak!
Yach, aku cari alternatif lain. Aku telepon Saha lagi. No answer lagi. Akhirnya kepikiranlah nama L (disamarkan karena ada cerita tentang dia yang gak pengen orang-orang tahu =p). Dia ganti nomer lagi. Untung kemarin ada message offline dari dia yang isinya memberitahukan nomer barunya. Whew… sepertinya dia bukan hanya gak setia dengan pasangannya tapi juga gak setia dengan nomor hapenya. Hwehehe... L, no offense! =D
Yayaya, L kasih pandangan lagi sama aku. Hm... aku jadi ngerasa gak kesel lagi, bahkan aku don’t care sama masalah itu lagi. Cuma sekarang malah L yang jadi curhat ma aku. Gini loh... Ceweknya L yang di Bwi, S, datang ke M, kota dimana L hidup sekarang. Nah lho, masalah muncul waktu S meminjam hp L. Waduh! Tamatlah sudah riwayat L.
Mau tau apa yang dilakukan S dengan hp L? Cewek itu mengisi pulsa ke no L itu dan menelepon semua cewek yang namanya ada di inbox hp L dan sekiranya isi smsnya mesra. Oh ya, ada salah satu cewek yang dulu temenku juga. Namanya R. Dia dulu sempet suka sama L. Nah, dulu itu yang ngejer-ngejer si R. Sekarang L yang ngejer-ngejer R. Ekh, lebih tepatnya akan menjadikannya bojo kesekian. Hwekeke… akhirnya semua cewek yang ditelepon sama S, marah-marah ke L. Tentunya setelah hp itu balik lagi ke L. Whew... karena ingin meninggalkan jejak, L ganti nomer dan L sekarang hanya milik S saja, sebab cewek-ceweknya yang lain sudah meninggalkan L termasuk Y. Hehe... sabar ya nduk! Makanya jangan jadi playboy kampung gitu. Huehuehue... Janganlah selingkuh lagi.
Karena sesi curhat-curhat itu sudah selesai, L pengen tidur. Dia ngaku habis ajep-ajep. Haduh... iya deh. Lanjutin bobox sana. Aku juga seh... Hampir jam 05.00, tapi aku mau lanjutin tidurku karena masih ngantuk.
On the phone
Pitri: ”Chay, kamu dimana? Koq gak ada kabar sama sekali?”Saha: ”Aku lagi di gunung. Mau ngukur hujan. Tapi ini koq hujannya gak turun-turun. Ntar lagi aku pulang koq.”
Pitri:”Ya udah..... blablabla &@!?%#&!?^” (menggerutu dan marah tidak jelas, lalu... ngik... ngik... dadaku sesak, semakin sulit benapas).
Huaaaaaaaah...... ternyata hanya mimpi. Oouw... udah jam 07.00. Hueh! Mimpi apa tadi? Aneh sekali. Emang ada ya mata kuliah ngukur hujan?? Setauku ada ngukur tanah, ngukur matahari, entahlah kalau ngukur hujan.
Hm... pagi ini aku pengen ke Pura, mau sembahyang. Aku telepon saha, ok. Tapi aku malah belum siap. Sabun mandiku habis. Hehehe... akhirnya kita berangkat jam 08.00.
Di Pura lagi rame-ramenya. Aku lumayan konsen sembahyang meskipun sudah semakin siang (wii... udah panas banget itu) dan orang semakin banyak. Lalu kita makan di dekat pura.
Gila! Di tempat makan ini rame banget. Ternyata ada sistem baru semacam orderan. Kita nulis apa yang kita mau di kertas yang sudah ada nomernya. Oh... baguslah kalau begitu. Jadi kita tinggal tunggu dianterin aja. Aku dan Saha dapat urutan ke 23. Yach... gak apa-apalah nunggu demi makanan yang enak (bin mahal bagi ukuran mahasiswa seperti aku).
Detik... menit... belasan menit... dan setengah jam udah lewat. Hah?? Ibu yang jualan nasi?? Apa-apaan ini??? Orang yang jelas-jelas nomer antrian ke 24 atau di belakangku dapet jatah duluan. Ok, mungkin habis ini aku dianterin. Ternyata tidak saudara-saudara... Selanjutnya yang dilayani adalah nomer 25! Aku sudah pengen pergi dan kesal dengan pelayanannya yang buruk dan kerjanya yang klemar-klemer (Bahasa Indonesia: kurang sigap). Saha akhirnya turun tangan. Waduh! Bahaya ini kalau Saha yang turun tangan, aku takut terjadi keributan.
Ternyata tidak. Saha datang dengan ibu yang bawain makanan. Tapi, rasa kesalku membuat aku jadi tidak bergairah makan. Sepanjang aku dan Saha makan, kami ngomongin masalah pelayanan ibu itu. Oh iya sepanjang kami menunggu dan makan, ada beberapa sms yang masuk. Diantaranya dari Reni yang nanya lagi apa aku jadi rapat dan Prisma yang pengen ngajak aku jalan-jalan untuk ngelupain seseorang.
Waduh! Iya, aku kemarin udah sempet bagi ceritaku kalau Reni datang ke Arexur? Kalau belum, berarti aku lupa. Hehe... Reni kemarin ngajakin aku ke rapat KPMBS (kalau tidak salah kepanjangannya Kumpulan Pelajar Mahasiswa Banyuwangi-Surabaya) sekitar jam 08.00. Yach... tahu sendirilah palingan juga jam Indonesia: ngaret!
Balik lagi ke acara makan tadi. Saha yang juga kesel dengan pelayanan ibu itu, mempunyai ide yang membuat kekesalan kami berkurang (off the record) dan kami berjanji kalau bisa tidak akan makan lagi disana.
Gara-gara makanan yang telat dianterin, Reni yang sudah lama menungguku, dia memutuskan untuk berangkat duluan. Terpaksa aku mencari alamat tempat rapat itu. Untung dekat dengan rumah Reni.
Disana ternyata belum dimulai! Hwehehe... tidak salah tebakanku kalau ngaret. Kebanyakan angkatan 2005 dan 2006 saja yang datang. KPMBS berencana mendirikan stand di Unair, tempat pendaftaran SPMB 2007.
Karena aku baru datang rapat sekali dan baru hari itu, aku tanya ke orang di sebelahku tentang mekanismenya. Ok, aku sudah tahu detail acara mereka dan aku ikuti alur rapatnya.
Jujur neh... Rapatnya itu menurutku gak berjalan dengan baik. Artinya planning mereka itu kacau. Lebih tepatnya kurang persiapan. Banyak banget padahal yang harus disiapkan. Akhirnya aku ngomong di forum itu dan ngajukan saran. Yach, mereka mau menerima dan melaksanakan saranku. Bukannya sombong atau apa, tapi kalu aku gak kasih beberapa saran, pasti nanti acara mereka akan kacau.
Setelah acara itu, aku balik ke kos. Aku ke kamar Prisma. Dia lagi kacau banget kayaknya. Akhirnya kami jadi keluar jalan-jalan supaya dia lebih tenang. Kami ke Delta, creambath di RH Training. Lalu ke WTC, Prisma ingin beli chasing. Di WTC kita makan di Mister Baso, 2 nasi goreng, 1 air mineral, dan 2 teh botol (aku haus banget negh...).
Di kosan, tampaknya Prisma belum bisa melupakan seseorang yang dia suka. Terapi refreshing tadi kayaknya tidak berhasil.
Aku pun mencoba pakai terapi lain: mencoba mengalihkan pikiran Prisma. Hehe... cara ini lumayan efektif untuk mengalihkan pikiran Prisma. Aku pengen dia gak rapuh gara-gara seorang cowok!! Setelah Prisma mendapat sedikit semangat baru, aku pun kembali ke kamarku.
Aku menelepon Saha tentang kejadian Prisma. Aku jadi inget aku yang dulu. Aku yang dulu cinta mati sama seseorang dan dimanfaatin banget! Untung hanya duit coba kalau minta yang lain?? Bedanya aku sama Prisma: target Prisma sepertinya belum tahu kalu Prisma suka, Prisma gak diapa-apain (dimanfaatin atau apa) sama target, Prisma didorong sama banyak orang untuk bangkit. Aku: target tahu kalau aku suka banget sama dia, target memanfaatkanku dan itu hampir 5 tahun lamanya (2 SMP-3 SMA), hanya 3 orang temenku yang mendorongku untuk bangkit berhubung aku sudah kelas 3 SMA dan harus konsen ke ujian nasional. Yach, hasilnya memuaskan.
Oouw... Saha mengingatkanku tentang tugas aplikasi yang dia minta karena aku merasa gak bisa ngoding (padahal hanya kurang sering mencoba). Aku mau selesaikan sekarang tapi syaratnya bisa ketemuan. Berhubung Saha ada tugas, jadi ya hasil requestnya belum bisa kutunjukan.
Hikmah yang bisa aku ambil hari ini dari pagi:
- Jagalah perasaan orang yang kamu sayangi dan orang yang sayang kamu. Jangan selingkuh! Itu artinya kamu belum siap untuk berkomitmen pacaran.
- Jangan terlalu cinta mati sama orang!
- Syukurilah apa yang sudah kamu dapatkan sampai detik ini. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi.
- Jangan sia-siakan waktu! Waktu itu adalah uang.
- Terakhir dan sangat penting: met belajar aja bagi yang mau UAS. Semangat! Jangan lupa sembahyang ya!

0 komentar: